Kontributor

Gambar tema oleh Storman. Diberdayakan oleh Blogger.

Selasa, 11 Oktober 2016

Matinya Samsung Galaxy Note 7

- Tidak ada komentar

Samsung secara resmi telah mengumumkan suntik mati untuk Galaxy Note 7. Pabrikan asal Korea Selatan ini mengatakan bahwa pihaknya telah menghentikan dan mengakhiri produksi Galaxy Note 7. Tak hanya itu, Samsung juga telah menghentikan penjualan Galaxy Note 7 di seluruh dunia secara permanen. Ini berarti sepak terjang Galaxy Note 7 di pasar smartphone telah berakhir.

Keputusan yang diambil Samsung untuk mengakhiri produksi dan penjualan Galaxy Note 7 secara permanen ini diambil setelah perjalanan panjang yang menyebabkan kerugian triliunan rupiah. Seperti yang kita ketahui, awal September 2016 lalu Samsung mengumumkan penghentian sementara penjualan Galaxy Note 7 dan diikuti kebijakan recall. Hal ini dilakukan karena beberapa unit Galaxy Note 7 mengalami masalah overheat pada baterai dan berisiko meledak. Samsung melakukan penarikan unit yang telah terjual dan juga pembatalan pre-order di sejumlah negara.

Kasus ini berlanjut dengan laporan meledaknya unit pengganti atau safe unit Samsung Galaxy Note 7. Ini berarti tak semua safe unit benar-benar aman dan bebas dari risiko overheat atau meledak. Samsung akhirnya kembali melakukan investigasi mengenai masalah ini. Pabrikan asal Korea Selatan tersebut mengambil keputusan tegas untuk mengakhiri Galaxy Note 7.

Samsung Galaxy Note 7 mengusung layar lengkung dual edge berukuran 5,7 inci dengan resolusi Quad High Definition (QHD) 2560 x 1440 piksel yang menggunakan teknologi Super AMOLED dengan kerapatan 515 piksel per inci, serta didukung S Pen. Samsung juga melindungi layar Galaxy Note 7 dengan antigores Gorilla Glass 5. Smartphone ini menggunakan sistem operasi Android 6.0 Marshmallow dengan balutan antarmuka TouchWiz UI.

Sisi kamera, Galaxy Note 7 cukup mumpuni dengan menggunakan kamera belakang berkekuatan 12,2 megapiksel dengan sensor 1/2.6 inci berteknologi Dual Pixel dengan aperture f/1.7 yang dibekali dengan kemampuan autofokus dan OIS (Optical Image Stabilization), serta single LED flash. Teknologi Dual Pixel diklaim mampu menawarkan kecepatan fokus empat kali lebih cepat dari phase detection autofokus biasa.

Samsung mempersenjatai smartphone ini dengan kamera depan berkekuatan 5 megapiksel dengan aperture f/1.7 untuk foto selfie. Ponsel ini juga didukung Iris Scanner dan sensor sidik jari untuk mendukung sektor keamanan.

Senin, 10 Oktober 2016

New Trident, Drone Underwater Dapat Menyelam Hingga Kedalaman 100 Meter

- Tidak ada komentar

Perkembangan teknologi drone saat ini memang kian canggih. Tak hanya drone yang bisa terbang di udara, tapi juga drone yang dapat menjelajahi lautan. Dan kini, duet David Lang serta Eric Stackpole memperkenalkan drone underwater yang mereka sebut sebagai yang paling murah sedunia.

David serta Eric memang dua sosok yang cukup getol dalam melakukan pengembangan drone underwater. Sebelumnya, mereka membangun komunitas OpenROV yang bertujuan untuk membantu mereka dalam membangun remotely operated vehicle (ROV) buatan mereka sendiri. Dan saat ini, keduanya pun kembali berkreasi dengan drone underwater Trident.

Drone underwater Trident ini dibuat untuk siapa saja yang ingin menyaksikan keindahan alam bawah laut. Trident bisa dikontrol dari jarak jauh menggunakan berbagai jenis perangkat. Mulai dari smartphone, laptop, hingga joystick. Bahkan bisa pula dihubungkan dengan perangkat berbasis VR.

Meski disebut sebagai drone underwater termurah sedunia, Trident ini memiliki kemampuan berenang yang bisa diandalkan. Bahkan David mengungkapkan kalau kecepatan berenang Trident bisa mengalahkan kemampuan seorang Michael Phelps, seorang atlet renang dunia terkenal sekalipun. Drone ini bisa menyelam hingga kedalaman 100 meter dan dilengkapi keberadaan kamera dengan resolusi 1080p.

Tak ketinggalan, baterai pada drone ini membuatnya bisa berenang di dalam air 3 hingga 4 jam dengan durasi pengisian baterai tak kurang dari 3 jam. Mengenai harganya, drone ini ditawarkan dengan banderol mulai dari 1.199 USD atau setara 15 juta rupiah.

15 Ponsel Android 4G LTE Harga Dibawah 2 Jutaan

- Tidak ada komentar
Mendekati akhir tahun 2016, semakin banyak saja smartphone 4G LTE yang beredar di pasaran Indonesia. Tentu hal tersebut karena kebutuhan akan akses internet super cepat di Indonesia sangat dibutuhkan, entah untuk pekerjaan, hiburan, dan lain-lain. Dengan banyaknya pilihan smartphone 4G yang beredar saat ini, membuat para produsen memutar otak agar produknya dapat bersaing di pasaran.
Bagi Anda yang sedang mencari refrensi smartphone Android entry-level dengan harga di bawah Rp2 juta, berikut rangkuman beberapa smartphone Android yang sudah mendukung jaringan 4G LTE per bulan Oktober 2016.

1. Lenovo A2010
Layar : 4.5 inci, 480 x 854 piksel 
CPU : Quad Core 1.0GHz 64-bit 
RAM : 1GB ROM : 8GB, micro SD hingga 32GB 
Harga : Rp 1.050.000

2. ZTE Blade A5 V9820

Layar : 5 inci, HD 720P 
Dimensi : 143 x 71 x 9.8 mm 
Chipset : Snapdragon 400 
CPU : quad core 1,2GHz 
GPU : Adreno 305 
RAM : 2GB
Harga : Rp1.100.000

3. Lenovo Vibe C

Layar : 5 inci 480×854 piksel 
CPU : quad-core 1.1GHz 
RAM : 1GB 
ROM : 8MP 
Harga Rp1.275.000

4. Samsung Galaxy J1 Ace

Layar : 4.3 inci, 480×800 piksel 
Dimensi : 130.1 x 67.6 x 9.5 mm 
CPU : quad core 1,2GHz 
GPU : Adreno 305.
Harga : Rp1.300.000

5. Meizu M2

Dimensi : 140,1 x 68,9 x 8,7 mm, 131 gram 
Prosesor : Mediatek MT6735 quad-core 1,3 GHz 
GPU : Mali-T720MP2 
RAM : 2 GB ROM : 16 GB, micro SD
Harga : Rp1.400.000

5. Advan Glassy Gold 2 i5e

Layar : 5 inci HD 720p 
CPU : MediaTek Quad-Core 1.5GHz 
RAM : 2GB ROM : 16GB, micro SD 
Kamera : 8MP+2MP 
Baterai : 2450mAh 
Harga : Rp1.499.000

6. Polytron Zap 6 Posh 4G501

Layar : 5 inci, HD 720, 2.5D 
CPU : MediaTek quad-core 1.3GHz 
RAM : 2MP ROM 16MP, microSD
Harga : Rp1.500.000

7. ZTE Blade V7 Lite 

Prosesor : Mediatek MT6735P 
CPU : Quad-core 1,3 GHz 
RAM : 2 GB ROM : 16 GB, micro SD 
Layar : IPS 5 inci (1.280 x 720 piksel)
Harga : Rp1.500.000

8. Evercoss Elevate Y3+ B75 

Layar : 5 inci, HD 720P 
Chipset : MediaTek 
CPU : Quad core 1,0GHz 64 bit 
RAM : 2GB ROM : 16GB, micro SD 
Harga: Rp1.500.000

9. Meizu M2 Note
Layar : IGZO, 5.5 inci 1080 x 1920 p 
Processor : Chipset Mediatek MT6753 
CPU : Octa-core 1.3 GHz Cortex-A53 
GPU : Mali-T720MP3 
RAM : 2 GB RAM 
Harga : Rp1.650.000

10. Samsung Galaxy J2

Chipset : Exynos 3475 
CPU : Quad-core 1.3 GHz Cortex-A7 
GPU : Mali-T720 
Layar : Super AMOLED 4,7″, 540 x 960 piksel 
Harga : Rp1.750.000

11. Lenovo A6000 Plus

Layar : 5 inci IPS, HD 720P, 
Dimensi : 141 x 70 x 8.2 mm, 128 gram 
Chipset : Snapdragon 410 
CPU : Quad core 1,2 GHz 
GPU : Adreno 306 
RAM : 2GB 
ROM : 16GB, micro SD hingga 32GB 
Harga : Rp1.500.000

12. Xiaomi Redmi 2 Prime

Layar : 4,7 inci, HD 720P, Sharp/AUO fully laminated 
Dimensi : 134 x 67.2 x 9.4 mm 
Chipset : Snapdragon 410 
CPU : Quad core 1,2 GHz 
GPU : Adreno 306 
RAM : 2GB
Harga : Rp1.599.000

13. Lenovo A6010

Layar : 5 inci IPS, HD 720P, 
Dimensi : 141 x 70 x 8.2 mm, 128 gram 
Chipset : Snapdragon 410 
CPU : Quad core 1,2 GHz 
Harga : Rp1.750.000

14.Asus Zenfone 2 laser ZE500KL

Layar IPS 5 inci, HD 720p 
CPU : Quad core 1.3GH 
RAM : 2GB ROM 16GB, microSD 
Kamera : 13MP+5MP 
Harga Rp1.800.000



15. Lenovo Vibe K5

Layar : 5 inci, HD 720p 
CPU : octa-core 1.5GHz 
RAM : 2GB ROM 16GB 
Kamera : 13MP+5MP
Harga : Rp1.900.000

Minggu, 19 Juni 2016

Laptop Pertama dengan VGA Card GeForce GTX 1080M

- Tidak ada komentar


VGA card versi mobile GeForce GTX 1080 alias GeForce GTX 1080M ini sudah tersedia pada laptop dan sudah dapat dipesan. Bahkan yang menarik lagi adalah, bukan berasal dari produsen laptop ternama, tapi produsen lokal asal Swedia yang bernama IVY yang menawarkan laptop dengan VGA card tersebut.

Laptop yang berserikan 17P tersebut tidak hanya menggunakan VGA card sangar, namun juga prosesor tangguh dari Intel Core i7 6820HK. RAM pada laptop yang memiliki layar seluas 17,3 inci dengan resolusi Full HD ini sebesar 32GB. Menggunakan media penyimpanan SSD, pada laptop IVY 17P ini telah dibekali dengan SSD dengan jenis M.2 SATA dari Samsung yang telah mendukung NVMe.

Harga dari laptop IVY 17P ini juga tidak main-main, yakni dipatok dengan harga 20.990 Krona atau sekitar 34 juta Rupiah. Tentunya harga tersebut menurut kami sangat sepadan untuk mendapatkan sebuah laptop gaming dengan VGA card tersangar saat ini. Untuk ketersediannya, laptop ini akan dikirimkan pada tanggal 29 Juli dan 12 Agustus mendatang.


Senin, 09 Mei 2016

Perkenalkan SpaceX Red Dragon: Cikal Bakal Tempat Tinggal Manusia di Mars

- Tidak ada komentar

SpaceX, perusahaan swasta asal California yang bergerak di bidang perakitan pesawat ruang angkasa ini berencana untuk mengirim pesawat ruang angkasa yang diberi nama Red Dragon ke Mars pada awal 2018. Perusahaan milik Elon Musk ini telah mengatakan secara terang-terangan akan melakukan eksplorasi Mars lebih lanjut yang melibatkan manusia dan bukan lagi menggunakan robot suatu saat nanti. Walaupun telah menyatakan hal tersebut, perusahaan itu tidak menyebutkan berapa banyak pesawat ruang angkasa yang akan dikirim ke Mars terkait dengan misi ini.

Pesawat ruang angkasa yang akan diterbangkan dari SpaceX menuju Mars, menggunakan roket pendorong Falcon Heavy. Roket Falcon Heavy adalah versi yang lebih baru dibandingkan dengan versi sebelumnya yakni Falcon 9. Roket itu pertama kali akan dites untuk meluncurkan kapsul menuju ke planet Mars tanpa ada manusia yang terlibat di dalamnya. Jika peluncuran kapsul dengan muatan berat tersebut berhasil mendarat dengan baik di Mars, barulah SpaceX akan melakukan peluncuran yang melibatkan manusia di dalamnya. Selain itu, jika SpaceX mampu melakukan hal itu, maka SpaceX adalah penerbangan swasta pertama yang mampu mendaratkan pesawat ruang angkasa di planet lain. Pesawat ini juga nantinya akan digunakan sebagai tempat tinggal oleh para astronot yang pergi ke Mars. Perusahaan SpaceX juga mengatakan bahwa Red Dragon adalah pesawat ruang angkasa seberat 6.000 kg sebelum meluncur keluar bumi. Kemudian saat sudah berada di luar atmosfer bumi, beberapa bagian seperti roket pendorong akan dilepaskan dari bagian pesawat ruang angkasa utama. Kemudian satu-persatu bagian lain yang sudah tidak diperlukan akan dilepaskan sampai akhirnya pendaratan di Mars berhasil dilakukan sehingga hanya dalam bentuk kapsul. Pada saat pendaratan berhasil dilakukan, kapsul tersebut memiliki berat 3000 kg.

SpaceX mendesain Red Dragon sebagai versi modifikasi dari pesawat ruang angkasa yang digunakan perusahaan ini untuk mengangkut kargo dari dan menuju ke Stasiun Luar Angkasa Internasional. Red Dragon dilengkapi dengan delapan mesin SuperDraco yang memungkinkan kapsul mendarat di tanah yang kokoh, teknik yang dikenal sebagai pendorong pendaratan. Mesin pendorong untuk melakukan pendaratan tersebut akan terus dinyalakan selama Red Dragon melakukan pendaratan ke permukaan Mars. Cara kerja dari mesin pendorong tersebut adalah memperlambat jatuhnya kapsul dan memungkinkan untuk melakukan pendaratan di tanah dengan lebih terkontrol.

Mesin pendorong pendaratan tersebut adalah mesin yang memungkinkan pendaratan secara efisien untuk mengantarkan muatan dalam jumlah besar ke permukaan Mars. Hal tersebut adalah salah satu cara yang NASA masih belum tahu bagaimana untuk melakukannya. Jika tidak menggunakan mesin pendorong pendaratan tersebut sudah pasti kapsul berpotensi mengalami kerusakan yang parah. Hal itu disebabkan oleh atmosfer yang sangat berbeda antara yang dimiliki Bumi dengan Mars. Atmosfer di Bumi lebih tebal, sehingga memungkinkan kapsul untuk dapat jatuh mendarat dengan lebih perlahan. Sedangkan Mars hanya memiliki atmosfer yang jauh lebih tipis daripada Bumi, sehingga kapsul akan berpotensi untuk mengalami benturan keras dengan permukaan Mars. Untuk mencegah terjadinya benturan, mesin pendorong pendaratan yang dapat dikontrol sangat diperlukan.

Sejauh ini, NASA hanya mengetahui bagaimana cara mendaratkan secara lembut perangkat hardware (seperti robot) dengan berat 1 ton yang bervolume 1 m3. NASA kini sedang bekerja pada sebuah proyek pendaratan untuk tanah datar yang berpotensi dapat mendaratkan lebih banyak muatan, namun pengujian kendaraan mengalami beberapa hambatan. Pada tahun 2014, NASA menjelajahi wilayah yang layak untuk menggunakan konsep Red Dragon SpaceX saat melakukan pendaratan peralatan di Mars dan menyatakan bahwa teknik pendaratan kapsul akan dapat bekerja dengan baik menggunakan informasi yang mereka miliki. NASA juga mengusulkan agar menggunakan Red Dragon untuk membawa sampel dari Mars ke Bumi. Namun SpaceX belum menyetujui penggabungan ide tersebut pada misi 2018.

Misi Red Dragon ini akan menjadi hal yang sangat penting dengan tujuan jangka panjang dari SpaceX untuk mendirikan koloni di Mars. Misi pengiriman manusia ke Mars akan membutuhkan pengiriman peralatan berton-ton lebih dahulu sebelum manusia sampai di sana, sehingga penjelajah memiliki semua perlengkapan yang mereka butuhkan untuk kelangsungan hidup mereka. Red Dragon bisa menjadi sarana yang sangat penting untuk mengangkut pasokan menuju dan dari planet ini. SpaceX mengatakan bahwa ia akan mengungkapkan sepenuhnya rencana kolonisasi Mars pada bulan September ini di Aeronautical Kongres Internasional di Guadalajara, Meksiko.

Kamis, 05 Mei 2016

Solusi Guna Menuju Era digital dengan Pusat Data yang Terstandarisasi

- Tidak ada komentar

Merancang sebuah pusat data dengan performa dan tingkat keamanan tinggi bukanlah hal yang mudah. Solusi modular dan rak yang terkonfigurasi akan memudahkan perusahaan untuk merancang pusat data dengan tingkat efisiensi tinggi serta mendorong proses transformasi digital yang dibutuhkan industri 4.0 untuk projek komputasi awan dan pengelolaan data berskala besar.

Rittal kembali menghadirkan inovasi bagi perusahaan kelas menengah yang membutuhkan pusat data yang memiliki efisiensi energi dan terobosan teknologi. Inovasi terbaru berfokus pada serangkaian solusi lengkap, yang berkisar dari solusi tunggal (Smart Package), pusat data mikro hingga rak untuk pusat data. Dengan demikian, lingkungan teknologi informasi (TI) dapat dibangun secara cepat menggunakan rak dengan sistem modular yang berdampak pada biaya investasi dan biaya operasional yang terjangkau.

RiMatrix BCC (Balanced Cloud Center) terdiri dari server yang telah memiliki ISO, sistem pendingin, hingga ke solusi kontainer yang telah dikembangkan bersama dengan iNNOVO Cloud GmbH. Rittal juga berkolaborasi dengan IBM untuk produk pusat data yang digunakan sebagai standardisasi di pusat data Lefdal Mine, Norwegia. Lefdal Mine saat ini bersama dengan Rittal dan IBM sedang membangun pusat data terbesar di dunia dengan menggunakan sumber daya alam di bawah tanah.

Desain pusat data untuk industrial membutuhkan solusi konfigurasi yang dapat diimplementasikan dengan cepat. Proses pembuatan sampai dengan tersedianya di pasar merupakan faktor penting terutama untuk projek Cloud Computing dan aplikasi yang melibatkan banyak pihak secara kolaboratif. Berbagai solusi pusat data dari Rittal akan menjawab kebutuhan pasar dan mendukung konsumen dengan perhitungan biaya yang jelas.

“Klien kami perlu membangun infrastruktur TI yang hemat energi, minim resiko, serta di-implementasi-kan secara cepat, dengan biaya seminimal mungkin. Rittal memberikan pilihan kepada klien dengan menghadirkan solusi pusat data secara modular, mulai dari rak tunggal yang dapat digunakan untuk membangun pusat data sederhana secara aman untuk private cloud, hingga ke skala menengah maupun besar“, ujar Erick Hadi, Presiden Direktur, Rittal Indonesia.

Rittal menghadirkan solusi TI yang dapat digunakan untuk berbagai kepentingan dan jenis usaha kecil dan menengah. Melalui “Smart Package” – sebuah paket solusi infrastruktur TI terstandarisasi yang terdiri dari rak tunggal dengan berbagai komponen pendukung seperti sistem pendingin, suplai daya, sistem pengawasan dan sistem keamanan.

Mengaku Bisa 'Membangkitkan' Orang Mati?

- Tidak ada komentar


Di masa depan, ketika tubuh manusia mati, maka segala ingatan yang terekam dalam otak bisa dialihkan kepada bentuk kehidupan baru menggunakan teknologi kecerdasan buatan. Seakan-akan orang itu hidup kembali dalam ‘tubuh’ yang lain.

Suatu perusahaan mengumumkan maksudnya membangkitkan orang mati dengan cara menyimpan segala ingatan orang itu dan menggunakan kecerdasan buatan (artificial intelligence, AI) untuk kembali menghidupkan orang itu. 

Perusahaan bernama Humai itu, pada saat pelaporan, masih belum membeberkan perinciannya. IFL Science juga belum bisa memastikan apakah ini masih sekedar akal-akalan pemasaran.

Yang jelas, perusahaan ini mengatakan bahwa mereka ingin menyimpan “gaya pembicaraan, pola perilaku, proses berpikir, dan informasi fungsi tubuh seseorang secara keseluruhan” ke dalam keping silikon dengan menggunakan AI dan teknologi nano, demikian menurut situs webnya,

Semua informasi itu kemudian dapat “disandikan ke dalam beberapa teknologi sensor yang akan disisipkan ke dalam tubuh buatan dengan otak dari orang yang sudah meninggal tadi.”

Josh Bocanegra, CEO perusahaan itu, mengatakan dalam wawancaranya dengan PopSci bahwa mereka “yakin bisa pertama kalinya membangkitkan orang mati dalam 30 tahun ke depan.”

Ia juga menjelaskan prosesnya dan mengatakan akan menggunakan teknologi kryonik (suhu sangat rendah) untuk membekukan dan menyimpan otak seseorang yang telah meninggal dan mengawetkannya hingga teknologi itu siap untuk memasukannya ke dalam tubuh buatan.

Saat ini, bentuk tubuh buatan itu sendiri belum begitu pasti dan logistik untuk menyalin informasi neural seseorang juga masih bersifat fiksi ilmiah. Namun demikian, perusahaan itu cukup yakin sehingga bahkan menduga bahwa pada suatu hari nanti, kematian adalah pilihan.

Berbicara kepada IEET, Bocanegra menambahkan bahwa perusahaan-perusahaan AI lainnya mencoba membuat versi virtual orang setelah mereka meninggal. Tapi, perusahaannya adalah yang pertama membangkitkan orang mati untuk hidup kembali.

“Saya kira, batu nisan, foto, video, dan bahkan kenangan bukanlah cara-cara terbaik untuk mengingat seseorang yang telah meninggal,” katanya. “Sebaliknya, saya kira versi AI untuk seseorang yang kita sayangi lebih diinginkan, apalagi kita bisa berinteraksi menggunakan teks dan suara.”

Semoga bukan sekedar iklan untuk lanjutan film AI garapan Steven Spielberg.